Pengertian dan Sintak Model Pembelajaran Inquiry Learning

Pengertian Model Pembelajaran Inquiry Learning

Model penemuan merupakan suatu kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistemik, kritis, logis, dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya. Siswa dilatih dapat mengumpulkan informasi tambahan, membuat hipotesis dan mengujinya. Peran guru selain sebagai pengarah dan pembimbing juga dapat menjadi sumber informasi yang diperlukan. Inkuiri merupakan proses pembelajaran yang didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Belajar pada dasarnya merupakan proses mental seseorang yang tidak terjadi secara mekanis. Melalui proses mental itulah, diharapkan peserta didik berkembang secara utuh baik intelektual, mental, emosi, maupun pribadinya. Oleh karena itu dalam proses perencanaan pembelajaran, guru bukanlah mempersiapkan sejumlah materi yang harus dihafal, akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan peserta didik dapat menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. Pembelajaran adalah proses memfasilitasi kegiatan penemuan (inquiry) agar peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui penemuannya sendiri (bukan hasil mengingat sejumlah fakta).

Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Inkuiri merupakan metode mengajar yang melibatkan siswa secara maksimal. Hosnan (2014: 341) mengemukakan bahwa inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Karakteristik dari Pembelajaran Inkuiri: Menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Pengetahuan dibangun oleh peserta didik melalui proses pencarian. Peran guru sebagai fasilitator dan pembimbing peserta didik dalam belajar. Menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk merumuskan kesimpulan.

Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inkuiri adalah pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan yang meliputi sikap, pengetahuan,dan keterampilan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa), secara sistematis, kritis, logis, dan analitis serta dapat merumuskan sendiri temuannya. Penerapan pembelajaran inquiry sesuai sintax akan dapat memberikan pembelajaran bermakna kepada siswa melalui proses penekanan pengalaman belajar yang dinamis dan sistematis.



Sintax Model Pembelajaran Inkuiri

Hosnan (2014: 342-344) mengemukakan langkah pembelajaran dengan metode inkuiri yakni sebagai berikut.
  • Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. Guru mengondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran. Guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah.
  • Merumuskan masalah

Langkah yang membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk berpikir memecahkan masalah dan mencari jawaban yang tepat.

  • Merumuskan hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang dikaji dan perlu diuji kebenarannya. Perkiraan sebagai hipotesis bukan sembarang perkiraan, tetapi harus memiliki landasan berpikir yang kokoh sehingga hipotesis yang dimunculkan itu bersifat rasional dan logis.

  • Mengumpulkan data

Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam metode inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Oleh karena itu, tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.

  • Menguji hipotesis

Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Merumuskan kesimpulan

Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan tujuan akhir dalam proses pembelajaran.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inquiry

Tahap

Deskripsi

Tahap 1

Orientasi

Guru mengondisikan agar peserta didik siap melaksanakan proses pembelajaran, menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai oleh peserta didik, menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai tujuan, menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar, hal ini dapat dilakukan dalam rangka memberikan motivasi belajar peserta didik.

Tahap 2

Merumuskan masalah

Guru membimbing dan memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan dan memahami masalah nyata yang telah disajikan.

Tahap 3

Merumuskan hipotesis

Guru membimbing peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berhipotesis dengan cara menyampaikan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong peserta didik untuk dapat merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.

Tahap 4

Mengumpulkan data

Guru membimbing peserta didik dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong peserta didik untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.

Tahap 5

Menguji hipotesis

Guru membimbing peserta didik dalam proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data dan informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan peserta didik atas jawaban yang diberikan.

Tahap 6

Merumuskan kesimpulan

Guru membimbing peserta didik dalam proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebiknya guru mempu menunjukkan pada peserta didik data mana yang relevan.





Dapat disimpulkan yang dimaksud dengan metode inkuiri adalah salah satu cara mengajar dengan rangkaian kegiatan belajar yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran, sehingga melibatkan siswa secara aktif untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan melalui investigasi. Model pembelajaran inquiry learning seringkali disamakan dengan model discovery learning. Padahal sesungguhnya ada perbedaan yang mendasar dalam proses pembelajarannya. Dalam discovery learning, temuan yang akan diperoleh siswa telah dirancang sehingga temuan satu siswa dengan siswa lainnya atau temuan kelompok satu dengan kelompok lainnya sama. Sedangkan dalam inquiry learning, proses penemuannya lebih alami dan hasil temuannya bisa saja berbeda antara satu orang atau kelompok dengan orang atau kelompok lainnya. Dalam artian, proses penemuan dalam inquiry learning lebih dalam dan luas. Penemuan dalam inquiry mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan problema sendiri, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, menarik kesimpulan, mempunyai sikap-sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu dan terbuka.


Keunggulan Model Pembelajaran Inquiry

Hosnan (2014: 344) mengungkapkan beberapa kelebihan metode inkuiri yaitu sebagai berikut :

  1. Pembelajaran inkuiri menekankan kepada pengembangan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara seimbang. Pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
  2. Pembelajaran ini dapat melayani siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.
  3. Inkuiri merupakan model yang dianggap paling sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.




Kelemahan Model Pembelajaran Inquiry

  1. Sulit dalam perencanaan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar
  2. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan
  3. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka pembelajaran inkuiri terkesan sulit di implementasikan oleh guru.


Assessment/ penilaian dalam pembelajaran Inquiry

Dalam Model Pembelajaran Inquiry Learning, penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes. Penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif, proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa. Jika bentuk penilaiannya berupa penilaian kognitif, maka dalam model pembelajaran Inquiry learning dapat menggunakan tes tertulis. Jika bentuk penilaiannya menggunakan penilaian proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa maka pelaksanaan penilaian dapat dilakukan dengan pengamatan.

*Tulisan ini diadobsi dari Materi Diklat Jarak Jauh Model Pembelajaran yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Denpasar Angkatan IV Tahun 2021, WI I Wayan Arya Adnyana

Post a Comment

Terimakasih untuk anda telah berkomentar di postingan ini

Previous Post Next Post